Desember 22, 2009

Sistem Golongan Darah

GOLONGAN DARAH
1. Sistem A B O
Orang yang pertama kali menggolongkan darah menurut sistem A B O adalah Carl Landsteiner (Austria 1868-1947) . Menurut sistem tersebut darah dapat digolongkan menjadi empat golongan besar, yaitu A, B, AB, dan O.
2. Sistem Resus (Rh)
Sistem penggolongan ini didasarkan adanya aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen yaitu zat yang digumpalkan terdapat di dalam sel darah merah. Sedangkan aglutinin yaitu zat yang menggumpalkan terdapat di dalam plasma. Golongan sistem Rh terdapat dua antigen, yaitu Rh positif yang di dalam darahnya mengandung faktor resus (Rh) dan Rh negaif yang di dalam darahnya tidak mengandung faktor resus (Rh). Jika dalam darah dicampur dengan antibodi antiRh, dan ternyata terjadi aglutinasi maka orang tersebut memiliki golongan darah Rh positif.


TRANSFUSI DARAH
Transfusi darah merupakan pemberian darah dari donor ke resipien. Dalam proses transfusi darah perlu memperhatikan jenis aglutinogen dalam eritrosit, dan aglutinin dalam plasma. sehingga penggumpalan atau aglutinasi dapat dihindari.












GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
1. Anemia
Penyebab anemia antara lain, kurangnya kandungan hemoglobin dalam eritrosit, kurangnya jumlah eritrosit dalam darah, kurangnya volume darah dari volume normal. Kekurangan hemoglobin ini menyebabkan kemampuan darah mengikat oksigen menjadi rendah. Jenis anemia yang bersifat mematikan dan genetis, yaitu talasemia, dan sickle cell anemia.

2. Leukimia
Disebut juga kanker darah, yaitu jumlah sel darah putih yang jauh di atas jumlah normak karena pembelahan yang tak terkendali.

http://www.health-pic.com/EX/09-19-17/CDR0000526538.jpg
http://www.health-pic.com/EX/09-19-17/CDR0000526538.jpg

3. Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit dimana darah sukar membeku. Penyakit ini bersifat menurun, diwariskan dari orang tua ke keturunannya. Karena menurun, penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Untuk mencegahnya, hindari perkawinan yang memiliki hubungan kekerabatan dekat.

http://healthresources.caremark.com/Imagebank/Articles_images/Hemophilia.gif
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=139808547

4. Hipertensi
Hipertensi artinya tekanan darah di atas normal. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah pecah atau arteri darah di otak tersumbat. Akibatnya, penderita akan meninggal dunia akibat terkena stroke atau penderita mengalami kerusakan otak.

5. AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiancy Sindrome) merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang tidak mempunyai sistem imun. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV yang mampu menyerang limposit T atau sel T, sehingga seseorang yang terserang virus tersebut tidak memiliki kekebalan tubuh. Akibatnya, orang tersebut rentan terhadap serangan penyakit yang lain.

Selain itu gangguan pada sistem peredaran lainnya adalah wasir, parises, stroke, eritriblastosis fetalis, dan blue baby.

Alat dan Sistem Sirkulasi

Alat Peredaran Darah:


1. Jantung
  • terletak di dalam rongga dada agak sebelah kiri, di atas diafragma.
  • berongga dan terbagi menjadi 4 ruang, yaitu serambi kanan (atrium dekster), serambi kiri (atrium sinister), bilik kanan (ventrikel dekster), dan bilik kiri (ventrikel sinister).
  • antara serambi kanan dan bilik kanan terdapat valvula trikuspidialis (katup tiga kelopak/kuspa), sedangkan antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat valvula bikusvidialis (katup dua kelopak/kuspa). katup-katup tersebut berfungsi untuk menjaga agar darah tidak kembali ke serambi.


Peredaran darah terbagi menjadi dua bagian yang bekerja sekaligus, yaitu:
  1. Peredaran Darah Pulmona/Peredaran Darah Pendek : jantung - paru-paru -jantung
  2. Peredaran Darah Sistemik/ Peredaran Darah Panjang : jantung - seluruh tubuh - jantung
Kecepatan denyut jantung tiap orang berbeda-beda hal tersebut disebabkan beberapa faktur, antara lain:
  • usia
  • berat badan
  • jenis kelamin
  • kesehatan
  • aktivitas
Pembuluh darah yang keluar atau menuju jantung adalah :
  1. vena cava, yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh, bermuara di serambi kanan.
  2. arteri pulmonalis, yang mengalirkan darah dari bilik kanan menuju ke paru-paru.
  3. vena pulmonalis, mengalirkan darah dari paru-paru menuju serambi kiri.
  4. aorta, mengalirkan darah dari bilik kiri ke seluruh tubuh
  5. arteri koronaria, pembuluh darah dari bilik menuju jantung
2. Pembuluh Darah
Berdasarkan fungsinya, pembuluh darah dibedakan atas:
a. Pembuluh nadi (arteri)
Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Darahnya banyak mengandung oksigen (O2) (kecuali arteri pulmonalis). Letaknya agak ke dalam, tersembunyi dari permukaan tubuh. Dindingnya kuat dan elastis, terdiri dari tiga lapis, yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam. Apabila terluka darahnya akan memancar.

b. Pembuluh balik (vena)
Pembuluh balik adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahya banyak mengandung karbon dioksida (CO2) (kecuali vena pulmonalis). Terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dindingnya tipis dan tidak elastis, jika diraba denyutnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya yang berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup ini darah tetap menuju jantung. Apabila terluka darahnya merembes. Pembuluh vena bermuara menjadi satu pembuluh darah balik yang besar, disebut vena cava.

c. Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler merupakan penghubung antara pembuluh arteri dan pembuluh vena. Pembuluh kapiler hanya tersusun atas satu lapis sel endotelium. Fungsi pembuluh kapiler adalah untuk pertukaran zat.


SISTEM SIRKULASI/PEREDARAN DARAH
Macam-macam sistem peredaran darah:
1. Sistem peredaran darah terbuka, yaitu peredaran darah diluar pembuluh darah, langsung ke dalam rongga tubuh.
2. Sistem peredaran darah tertutup, yaitu peredaran selalu dalam pembuluh darah.

Sistem Sirkulasi pada Invertebrata
a. Pada Arthropoda >> jantung pembuluh yang berlubang (ostium) , cairan tubuh (hemolimfa)
hemolimfa -- ventrikel melalui arteri -- celah-celah rongga badan (homocoel) -- sinus perikardium. (sari makanan dinagkut oleh hemolimfe, sedangkan O2 dan CO2 dinagkut oleh sistem trakea)

b. Pada Insecta (belalang) >> peredaran darah terbuka
dengan satu pembuluh memanjang dengan beberapa gelembung (jantung pembuluh), paling belakang tertutup, paling depan terbuka (aorta) menuju jaringan tubuh, darah bebas dalam tubuh, memberikan sari makanan dan sisa metabolisme, sedangkan pengangkutan O2 dan CO2 melalui sistem trakea.

c. Pada Annelida
lengkung aorta-- jantung-- pembuluh darah-- seluruh tubuh ventral-- dorsal-- jantung.

d. Pada Planaria
rongga pencernaan yang bercabang-cabang, sistem ekresi juga sebagai sistem transportasi.

e. Pada Cacing
cacing yang memiliki selom yang berisi pembuluh-pembuluh darah yaitu pembuluh darah punggung (dorsal), pembuluh darah perut(ventral), dan samping dengan 5 aorta (pembesaran pembuluh darah sebagai jantung, dengan peredaran darah tertutup)

Sistem Sirkulasi pada Vertebrata
a. Pada Ikan
seluruh tubuh-- sinus venosus-- serambi-- bilik-- konus arteriosus-- aorta-- ventral-- insang-- aorta dorsal-- seluruh tubuh.

b. Pada Amphibia (katak)
Hemoglobin dapat mengikat O2, dengan jantung (satu ventrikel berbentuk kerucut berdinding tebal dan dua atrium berdinding tipis) serta sinus venosus (seperti kantung segitiga dengan dinding tipis), trunkus arteriosus-- arteri. terdapat sistem pembuluh balik, yaitu
1. vena cava ( vena cava superior: dari tubuh belakang dan vena cava interior: kepala, dan tungkai depan).
2. vena pulmokutaneus, dari paru-paru dan kulit.
3. vena porta = vena yang sebelum masuk jantung melalui alat-alat tubuh yaitu porta hepatika yang maembawa hasil pencernaan adari usus ke hati, dan porta renalis yang membawa darah dari tungkai belakang dan ekor ke ginjal.

c. Pada Burung
Jantung dengan dua atrium dan dua ventrikel, busur aorta kanan dengan sistem porta hepatika.
Dengan peredaran darah ganda.


Sistem Sirkulasi pada Manusia

Darah kita senantiasa beredar setiap saat selama kita hidup. Darah beredar dari jantung ke seluruh tubuh, akhirnya kembali lagi ke jantung beredar siang dan malam tanpa henti sampai akhir hayat. Sambil beredar, darah membawa sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Hormon dari kelenjar hormon juga diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Sebaliknya, sisa-sisa pembakaran diangkut oleh darah dari seluruh tubuh ke alat-alat pengeluaran.
Oleh karena darah kita beredar di pembuluh darah, maka peredaran darah manusia disebut peredaran darah manusia. Setiap kali beredar, darah melewati jantung dua kali. Berdasarkan hal tersebut, maka peredaran darah pada manusia adalah peredaran darah ganda yang terdiri dari peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
Alur peredaran darah pada manusia adalah:
darah dari batang pembuluh vena cava atas dan bawah, masuk ke serambi kanan-- bilik kanan-- arteri paru-paru-- darah yang berasal dari vena paru-paru masuk ke serambi kiri-- bilik kiri-- masuk ke pembuluh besar (aorta)-- diedarkan ke seluruh tubuh.

Desember 17, 2009

Sistem Peredaran Darah

Pernahkah kamu bertanya, mengapa darah berwarna merah? Mengapa manusia bisa mati karena kekurangan darah? Darah kita yang tampak cair ternyata tersusun atas padatan juga, yaitu sel-sel darah. Plasma darah (cair) dan sel-sel darah (padat) menyusun darah kita dan menjalankan fungsi yang sangat penting untuk tubuh kita. Selain sebagai alat pengangkut, darah juga membunuh kuman-kuman penyakit, melakukan pembekuan darah, dan menjaga kestabilan suhu tubuh.
Darah beredar dalam tubuh kita membutuhkan alat, bukan? Jantung dan pembuluh darah merupakan alatnya. Tahukah kamu, bahwa jantung kita memompa darah sebanyak 13.640 liter setiap hari? Banyak sekali, bukan? Lalu bagaimana dengan jantung hewan? Apakah sama dengan jantung manusia? kamu akan mempelajarinya dalan bahasan ini
Sistem peredaran darah pada manusia terdiri atas darah dan alat peredaran darah. Darah terdiri dari bagian yang cair dan bagian yang padat. Alat peredaran darah terdiri dari jantung dan pembuluh-pembuluh darah, yakni arteri, vena, dan kapiler.

1. Darah
Darah kita tersusun dari beberapa komponen, yaitu:
a. 55% merupakan bagian yang cair, disebut plasma darah.
b. 45% bagian yang padat atau butiran darah.

Fungsi darah:
a. sebagai alat pengangkut sari makanan dan O2 keseluruh tubuh dan sisa-sisa metabolisme ke alat eksresi.
b. menjaga agar temperatur tubuh tetap.
c. mengedarkan air.
d. mengedarkan getah bening.
e. menghindarkan tubuh dari infeksi (membentuk antibodi berupa sel darah putih dan sel darah pembeku)
f. mengatur keseimbangan asam dan basa.

Komponen darah:
a. sel darah putih (leukosit)
Berbentuk ameboid, berinti, bulat/cekung, jumlah pada orang normal kira-kira 6000-9000sel/cc, dibuat dalam sumsum tulang merah, limfe dan jaringan retikuloendotheliun. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk fagosit (pemakan)bibit penyakit/benda asing yang masuk dalam tubuh. Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan leukosit untuk menembus dinding pembuluh darah untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis.
Macam-macam sel darah putih:
1. Agranulosit:
  • Monosit: inti bulat, besar, bersifat fagosit dan bergerak cepat
  • Limfosit: berinti satu, tidak dapat bergerak, berfungsi untuk imunitas
2. Granulosit


  • Neutrofil: inti berbentuk batang, bengkok, bercabang- cabang, bersifat fagosit
  • Basofil: bintik kebiru-biruan, bersifat fagosit
  • Sel darah pembeku: trombosit.




b. Sel darah merah (eritrosit)
Berbentuk bikonkaf, tidak berinti, dan warna merah disebabkan oleh hemoglobin fungsinya untuk mengikat oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh jaringan tubuh. sel darah merah dibentuk oleh sumsum merah tulang pipih.

c. Plasma darah
Plasma darah terdiri dari air, protein, mineral dan sejumlah bahan organik. Protein yang larut dalam plasma darah disebut protein darah. protein darah yang penting antara lain hormon, fibrinogen, albumin. dan globulin.

d. Keping darah (trombosit)
Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Bentuknya tidak teratur, tidak berinti dan ukurannya sangat kecil. Di dalam trombosit terdapat enzim yang disebut trombokinase. Apabila darah keluar karena terluka, trombosit akan pecah dan mengeluarkan trombokinase. Kemudian trombokinase mengubah protombin menjadi trombin. Trombin mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Benang-bengang fibrin tersebutlah yang menutup luka.http://iamcollege.files.wordpress.com/2009/02/se.jpg